Wasit sepak bola di garis samping mendekati area bangku cadangan saat bola keluar lapangan

Di lapangan tarkam, kejadian ini jarang—tapi begitu terjadi, debat di pinggir lapangan bisa panjang: “Itu kan mau keluar, masa IFK?” atau “Harusnya lemparan ke dalam!” Untuk wasit amatir, kunci ada di Law 9 (The Ball in and Out of Play) versi terbaru IFAB, yang membedakan bola yang sudah out dengan bola yang masih dalam permainan namun jelas akan meninggalkan lapangan ketika disentuh orang yang bukan pemain aktif di atas lapangan.

Apa yang diatur IFAB di Law 9

Menurut teks resmi Law 9 – The Ball in and Out of Play di situs IFAB, bola keluar permainan jika seluruhnya melewati garis gawang atau garis samping (di tanah atau udara), wasit menghentikan permainan, atau dalam skenario khusus terkait kontak wasit pertandingan yang tetap di lapangan. Di luar itu, ada aturan khusus untuk ofisial tim, pemain cadangan, pemain yang sudah diganti, pemain yang dikeluarkan, atau pemain yang sementara di luar lapangan (misalnya perawatan atau merapikan perlengkapan): jika mereka menyentuh bola saat bola masih dalam permainan tetapi jelas sedang meninggalkan lapangan, dan tanpa niat mengganggu permainan secara tidak adil, wasit memberi tendangan bebas tidak langsung (IFK) untuk tim lawan di titik sentuhan. Tidak ada sanksi disiplin untuk pelanggaran ini.

Perubahan ini masuk dalam paket penyesuaian musim 2025/26; ringkasan perubahan bisa dibaca di halaman Law changes IFAB dan dokumen unduhan Changes to the Laws of the Game 2025/26. Versi penjelasan paralel juga tersedia lewat federasi anggota, misalnya Law 9 di The FA—berguna saat wasit ingin membandingkan redaksi dengan contoh aplikasi.

Tabel skenario: niat curang vs tidak

Situasi (ringkas) Bola masih “in play” tapi jelas keluar? Niat mengganggu tidak adil? Restart umum Kartu?
Pelatih menahan bola yang jelas akan keluar untuk mempercepat lemparan tim sendiri Ya Tidak IFK untuk lawan di titik sentuhan Tidak (menurut ketentuan Law 9 di atas)
Pemain cadangan menepis bola sebelum melewati garis agar lawan tidak dapat lemparan Tergantung—jika bola belum seluruhnya keluar, sentuhan non-pemain bisa masuk kategori gangguan Bisa ya Bukan skenario “tanpa niat curang”; wasit nilai sesuai Laws (mis. interferensi luar) Sangat mungkin ya (peringatan/kartu sesai beratnya)
Staf medis menahan bola yang sudah jelas keluar untuk menghemat waktu Bola sering sudah out—maka restart mengikuti lemparan/tendangan sudut/tendangan gawang, bukan IFK Law 9 Throw-in / corner / goal kick Tergantung perilaku (mis. delay of the game)
Pemain di luar lapangan (cedera) menyentuh bola yang masih dalam permainan di tengah lapangan Bukan “jelas meninggalkan lapangan” Biasanya mengganggu Aturan lain (orang luar, interferensi) Sangat mungkin

Poin praktis: IFK Law 9 ini spesifik untuk “bola masih hidup + jelas menuju keluar + sentuhan tanpa niat curang.” Begitu wasit menilai ada unsur menguntungkan diri dengan sengaja atau gangguan dari luar, Anda keluar dari “paket aman” di baris tabel IFAB dan masuk penilaian diskresi serta pasal lain (perilaku, orang luar, dll.).

Wasit memberi isyarat tendangan bebas tidak langsung di lapangan amatir

Lokasi tendangan dan Law 13

Lokasi IFK mengikuti titik di mana bola disentuh, dengan pengecualian jika sentuhan terjadi di dalam kotak penalti lawan—detail penempatan bola dan penghalang mengacu pada Law 13 – Free Kicks. Untuk IFK: bola harus berhenti sebelum dimainkan; lawan minimal 0,5 m dari bola sampai bola dimainkan; gol hanya sah jika bola menyentuh pemain lain sebelum masuk gawang. Di lapangan kecil, wasit sering harus mengatur jarak secara verbal agar restart tidak berantakan.

Penanda titik tendangan bebas dekat garis samping dan kotak gawang lapangan kecil

Komunikasi wasit ke bangku cadangan (contoh kalimat)

Supaya emosi turun, gunakan bahasa singkat dan netral:

  1. Menjelaskan keputusan: “Bola masih dalam permainan saat disentuh dari bangku. Menurut aturan IFAB, ini tendangan bebas tidak langsung untuk tim lawan di sini. Tidak ada kartu karena tidak ada niat curang.”
  2. Mencegah ulangan: “Mohon biarkan bola keluar sendiri atau biarkan pemain lapangan mengambil. Jangan sentuh bola yang masih hidup.”
  3. Jika tim protes lemparan: “Kalau sudah seluruhnya keluar, kita lemparan/tendangan gawang/sudut. Tadi bola belum out saat disentuh—itu beda aturan.”

Dalam pengalaman kami mengamati pertandingan amatir, 90% keributan muncul karena pemain menganggap bola “sudah mati” padahal secara geometri belum melewati garis. Mengingatkan bahwa garis termasuk area permainan (prinsip “seluruh bola melewati seluruh garis”) membantu—ringkasan konsep ini juga dibahas di Wikipedia: Ball in and out of play sebagai referensi cepat, meski untuk lomba resmi selalu utamakan teks IFAB.

Ringkasan untuk wasit lapangan

  • IFK + tanpa kartu hanya untuk kombinasi: non-pemain lapangan, bola masih in play, jelas akan keluar, tanpa niat mengganggu tidak adil—sesuai Law 9 IFAB.
  • Bedakan dengan interferensi sengaja atau bola yang sudah out: restart dan sanksi bisa lain.
  • Law 13 mengatur cara mengeksekusi IFK (jarak, isyarat, gol sah).
  • Komunikasi ke pelatih dan cadangan sama pentingnya dengan bunyi peluit.

Sebelum turnamen, selaras dengan peraturan penyelenggara setempat (mis. modifikasi untuk U-9 atau lapangan sangat kecil). Jika ragu setelah insiden cepat, konsultasikan wasit ketua atau pengawas pertandingan—lebih baik konsisten dalam satu hari kompetisi daripada ganti interpretasi tiap babak.

Sumber untuk pembelajaran: IFAB Law 9, IFAB Law changes, Changes 2025/26 (unduhan), The FA Law 9, Law 13 IFAB, Wikipedia – ball in/out of play.